Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, menegaskan pentingnya mengakhiri perang suku yang terjadi di wilayahnya. Dalam pernyataannya di Wamena pada hari Senin, Tabo menyatakan bahwa perang suku tidak boleh lagi terjadi di seluruh wilayah Papua Pegunungan. Menurutnya, konflik semacam itu hanya akan merusak hubungan kekerabatan dan persaudaraan di antara masyarakat setempat.
“Kami meminta aparat keamanan untuk bertindak tegas jika masih ada upaya atau gerakan yang mengarah pada perang suku di wilayah Papua Pegunungan,” ungkapnya. Tabo juga menjelaskan bahwa sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, pihaknya akan segera merancang peraturan daerah khusus (Raperdasus) dan peraturan daerah provinsi (Raperdasi) yang akan melarang perang suku.
Dalam upaya tersebut, Tabo mengafirmasi bahwa Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Pegunungan akan dilibatkan dalam pembuatan Raperdasus dan Raperdasi, dengan dukungan dari Kementerian Dalam Negeri. “Kami akan mengawal proses ini agar pelarangan perang suku dapat segera diterapkan,” tambahnya.
Lebih jauh, Tabo menekankan bahwa penyelesaian masalah hukum di wilayah ini harus dilakukan melalui hukum positif, bukan hukum adat. Ini diharapkan dapat mengurangi potensi konflik di masa depan. “Masyarakat di delapan kabupaten di Papua Pegunungan harus memahami bahwa penyelesaian masalah apapun ke depannya harus menggunakan hukum positif,” tegasnya.
Perang suku yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, baru-baru ini menyebabkan korban jiwa sebanyak 13 orang dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka. Bentrokan ini melibatkan Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma), yang awalnya terjadi di Distrik Woma pada 14 Mei dan meluas ke beberapa lokasi hingga 15 Mei. Menurut informasi dari Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini, korban meninggal dunia mencapai 13 orang.
Polda Papua melaporkan bahwa situasi keamanan di Wamena berangsur pulih setelah terjadinya bentrokan antar suku. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, menyatakan bahwa untuk menjaga stabilitas keamanan, sejumlah aparat dari Polres Jayawijaya dan Sat Brimob Polda Papua masih disiagakan di tujuh titik strategis di Kota Wamena.















