Kapolda Sumsel Hancurkan 200 Kg Ganja, Narkoba Ancaman Bangsa

Pemusnahan ganja sumsel — Kapolda Sumsel pimpin pemusnahan 200 kg ganja. Narkoba jadi ancaman serius bagi generasi muda.

Pemusnahan ganja Sumsel sebagai langkah melawan narkoba

Jakarta, CNN Indonesia — Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Sandi Nugroho mengambil langkah tegas dengan memimpin pemusnahan 200 kilogram ganja yang berhasil disita dari ladang di Kabupaten . Ganja yang dikemas dalam sembilan karung tersebut merupakan hasil pengungkapan dari operasi di ladang seluas 20 hektare yang terletak di Desa Batu Junggul, Kecamatan Muara Pinang, pada tanggal 13 Februari lalu.

Dalam pernyataannya, Sandi menegaskan bahwa tindakan ini bukan hanya sekadar penegakan hukum, melainkan juga merupakan upaya strategis untuk melindungi masa depan bangsa dari ancaman narkotika. “Mudah-mudahan hal ini menjadi sinyal bahwa kesadaran untuk menolak semakin kuat. Peredaran narkoba sangat merusak generasi bangsa. Jika kita ingin menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda harus terbebas dari narkoba,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Selasa (19/5).

Kapolda menjelaskan bahwa saat ini, keamanan tidak hanya terfokus pada kejahatan fisik, tetapi juga pada perlindungan masyarakat dari pengaruh narkoba. Ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba. “Menjaga anak-anak bangsa, keluarga, dan lingkungan kita agar terhindar dari narkoba adalah tanggung jawab bersama. Kejahatan apapun, termasuk narkoba, bisa diungkap jika Polri dan masyarakat bersinergi. Informasi yang akurat sering kali berasal dari lingkungan terdekat,” tambahnya.

Mengenai perkembangan kasus ini, polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Dua tersangka berinisial RS dan A saat ini sedang menjalani penyidikan intensif, sedangkan tiga lainnya, yaitu EA, YA, dan PHR, masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sandi berkomitmen untuk menggabungkan kecanggihan teknologi kepolisian dengan informasi intelijen yang berasal dari masyarakat. “Polri terus mengembangkan Scientific Crime Investigation dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Namun, teknologi ini perlu dikolaborasikan dengan kerja sama dari semua komponen masyarakat. Kita harus bersama-sama memerangi tidak hanya pengguna atau pengedar, tetapi juga bandar narkoba,” tegasnya.

Kegiatan ini disaksikan oleh Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad, beserta unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *